Showing posts with label SMA. Show all posts
Showing posts with label SMA. Show all posts

Monday, February 15, 2016

Sejarah Singkat Supersemar

Sejarah Singkat Supersemar

Pengertian  Supersemar

Surat Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.
Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.
Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

 Keluarnya Supersemar Menurut versi resmi

awalnya keluarnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "kabinet 100 menteri". Pada saat sidang dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio.
Berdasarkan laporan tersebut, Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr.J. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor.
Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada saat itu selaku Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akibat peristiwa G-30-S/PKI itu. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadiri sidang kabinet karena sakit. (Sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Soeharto dalam sidang kabinet dianggap sebagai sekenario Soeharto untuk menunggu situasi. Sebab dianggap sebagai sebuah kejanggalan).
Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. Setibanya di Istana Bogor, pada malam hari, terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampu mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Menurut Jendral (purn) M Jusuf, pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20.30 malam.
Presiden Soekarno setuju untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.
Surat Supersemar tersebut tiba di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1966 pukul 01.00 waktu setempat yang dibawa oleh Sekretaris Markas Besar AD Brigjen Budiono. Hal tersebut berdasarkan penuturan Sudharmono, dimana saat itu ia menerima telpon dari Mayjend Sutjipto, Ketua G-5 KOTI, 11 Maret 1966 sekitar pukul 10 malam. Sutjipto meminta agar konsep tentang pembubaran PKI disiapkan dan harus selesai malam itu juga. Permintaan itu atas perintah Pangkopkamtib yang dijabat oleh Mayjend Soeharto. Bahkan Sudharmono sempat berdebat dengan Moerdiono mengenai dasar hukum teks tersebut sampai Supersemar itu tiba.

 Beberapa Kontroversi tentang Supersemar

    Menurut penuturan salah satu dari ketiga perwira tinggi AD yang akhirnya menerima surat itu, ketika mereka membaca kembali surat itu dalam perjalanan kembali ke Jakarta, salah seorang perwira tinggi yang kemudian membacanya berkomentar "Lho ini khan perpindahan kekuasaan". Tidak jelas kemudian naskah asli Supersemar karena beberapa tahun kemudian naskah asli surat ini dinyatakan hilang dan tidak jelas hilangnya surat ini oleh siapa dan dimana karena pelaku sejarah peristiwa "lahirnya Supersemar" ini sudah meninggal dunia. Belakangan, keluarga M. Jusuf mengatakan bahwa naskah Supersemar itu ada pada dokumen pribadi M. Jusuf yang disimpan dalam sebuah bank.

    Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor, Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito, ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelah Reformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Panggabean. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden, juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya. Menurutnya, Presiden kemudian menandatangani surat itu, dan setelah menandatangani, Presiden Soekarno berpesan kalau situasi sudah pulih, mandat itu harus segera dikembalikan. Pertemuan bubar dan ketika keempat perwira tinggi itu kembali ke Jakarta. Presiden Soekarno mengatakan kepada Soekardjo bahwa ia harus keluar dari istana. “Saya harus keluar dari istana, dan kamu harus hati-hati,” ujarnya menirukan pesan Presiden Soekarno. Tidak lama kemudian (sekitar berselang 30 menit) Istana Bogor sudah diduduki pasukan dari RPKAD dan Kostrad, Lettu Sukardjo dan rekan-rekan pengawalnya dilucuti kemudian ditangkap dan ditahan di sebuah Rumah Tahanan Militer dan diberhentikan dari dinas militer. Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu, bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu, Jendral (Purn) M. Jusuf, serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu.

    Menurut Kesaksian A.M. Hanafi dalam bukunya "A.M Hanafi Menggugat Kudeta Soeharto", seorang mantan duta besar Indonesia di Kuba yang dipecat secara tidak konstitusional oleh Soeharto. Dia membantah kesaksian Letnan Satu Sukardjo Wilardjito yang mengatakan bahwa adanya kehadiran Jendral M. Panggabean ke Istana Bogor bersama tiga jendral lainnya (Amirmachmud, M. Jusuf dan Basuki Rahmat) pada tanggal 11 Maret 1966 dinihari yang menodongkan senjata terhadap Presiden Soekarno. Menurutnya, pada saat itu, Presiden Soekarno menginap di Istana Merdeka, Jakarta untuk keperluan sidang kabinet pada pagi harinya. Demikian pula semua menteri-menteri atau sebagian besar dari menteri sudah menginap diistana untuk menghindari kalau datang baru besoknya, demonstrasi-demonstrasi yang sudah berjubel di Jakarta. A.M Hanafi Sendiri hadir pada sidang itu bersama Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Chaerul Saleh. Menurut tulisannya dalam bukunya tersebut, ketiga jendral itu tadi mereka inilah yang pergi ke Istana Bogor, menemui Presiden Soekarno yang berangkat kesana terlebih dahulu. Dan menurutnya mereka bertolak dari istana yang sebelumnya, dari istana merdeka Amir Machmud menelepon kepada Komisaris Besar Soemirat, pengawal pribadi Presiden Soekarno di Bogor, minta izin untuk datang ke Bogor. Dan semua itu ada saksinya-saksinya. Ketiga jendral ini rupanya sudah membawa satu teks, yang disebut sekarang Supersemar. Di sanalah Bung Karno, tetapi tidak ditodong, sebab mereka datang baik-baik. Tetapi di luar istana sudah di kelilingi demonstrasi-demonstrasi dan tank-tank ada di luar jalanan istana. Mengingat situasi yang sedemikian rupa, rupanya Bung Karno menandatangani surat itu. Jadi A.M Hanafi menyatakan, sepengetahuan dia, sebab dia tidak hadir di Bogor tetapi berada di Istana Merdeka bersama dengan menteri-menteri lain. Jadi yangdatang ke Istana Bogor tidak ada Jendral Panggabean. Bapak Panggabean, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menhankam, tidak hadir.

    Tentang pengetik Supersemar. Siapa sebenarnya yang mengetik surat tersebut, masih tidak jelas. Ada beberapa orang yang mengaku mengetik surat itu, antara lain Letkol (Purn) TNI-AD Ali Ebram, saat itu sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa.

    Kesaksian yang disampaikan kepada sejarawan asing, Ben Anderson, oleh seorang tentara yang pernah bertugas di Istana Bogor. Tentara tersebut mengemukakan bahwa Supersemar diketik di atas surat yang berkop Markas besar Angkatan Darat, bukan di atas kertas berkop kepresidenan. Inilah yang menurut Ben menjadi alasan mengapa Supersemar hilang atau sengaja dihilangkan.
Berbagai usaha pernah dilakukan Arsip Nasional untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat ini. Bahkan, Arsip Nasional telah berkali-kali meminta kepada Jendral (Purn) M. Jusuf, yang merupakan saksi terakhir hingga akhir hayatnya 8 September 2004, agar bersedia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun selalu gagal. Lembaga ini juga sempat meminta bantuan Muladi yang ketika itu menjabat Mensesneg, Jusuf Kalla, dan M. Saelan, bahkan meminta DPR untuk memanggil M. Jusuf. Sampai sekarang, usaha Arsip Nasional itu tidak pernah terwujud. Saksi kunci lainnya, adalah mantan presiden Soeharto. Namun dengan wafatnya mantan Presiden Soeharto pada 27 Januari 2008, membuat sejarah Supersemar semakin sulit untuk diungkap.
Dengan kesimpangsiuran Supersemar itu, kalangan sejarawan dan hukum Indonesia mengatakan bahwa peristiwa G-30-S/PKI dan Supersemar adalah salah satu dari sekian sejarah Indonesia yang masih gelap.


SURAT PERINTAH

I. Mengingat :

1.1. Tingkatan revolusi sekarang ini , serta keadaan politik Nasional maupun Internasional.

1.2. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966.


II. Menimbang :

2.1. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi.

2.2. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi, ABRI, dan Rakjat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi serta adjaran-adjarannja.


III. Memutuskan/Memerintahkan :

Kepada : LETNAN DJENDRAL SUHARTO MENTERI PANGLIMA ANGKATAN DARAT

Untuk : Atas Nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi :


    Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan, serta kestabilan djalannja pemerintahan dan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris M.P.R.S. demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi.
    Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknja.
    Supaja melaporkan segala sesuatu jang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung-djawabnja seperti tersebut diatas.


IV. Selesai.

Djakarta, 11 Maret 1966.

PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/PEMIMBIN BESAR

REVOLUSI/MANDATARIS M.P.R.S.

(Tandatangan Soekarno, red)


Read More

Tuesday, May 26, 2015

Kumpulan Cerita Wayang Berbahasa Jawa


Cerita wayang Ramayana : Sintha Kandhusta


Pegat, apisah, Rama lan Shinta, kidang kencana tanggap ing sasmita, hangendering cancut mlajeng lumebeng wana, saya hanengah, saya tebih, denira apepisahan kalawan garwa mayangsari.
Ngancik telenging wana, peteng ndhedhet lelimengan, ical lacaking kidang, sapandurat kumlebet katingal kidang kencana haleledhang, Rama sigra hangembat gendhewa, menthang langkap, wastra lumepas, hangener dening kidang, tumancep warayang mring hangganing kidang sangsam kencana, gumlundhung pejah kasulayah, eloking kahanan, sareng gumalundhunging kidang kapiyarsa swara dumeling, Marica hangemba-emba suwaranipun Rama, jelih-jelih asesambat mring arinta Laksmana.
Sinta lan Laksmana ingkang hanganti dhatenging ingkang raka Rama dinandak hamiyarsa suwara nyaring asesambat tiwasing dhiri. Kusumaning ayu Sinta sajroning wardaya, hanyipta lamun swara ingkang kapiyarsa punika, tuhu swaranipun raka Rama, mila tarataban manahira, sigra dhawuh mring ari Laksmana, supaya enggal lumawat mring Rama, aweh pitulungan, Laksmana ingkang wicaksana tansah sung pemut, bilih swara punika sanes suwarnipun Rama.

Saiki, Rama sadar menawa dheweke wis ketipu. Dheweke gage-gage bali ing panggon Sinta ngenteni. Ing dalan dheweke papasan karo Laksmana, banjur dheweke bali bebarengan.   Endah kagete Rama lan Laksmana menawa Sinta wis kasil dicolong Prabu Dasamuka.
Manuk Jatayu mbudidaya ngalang-ngalangi malah tekaning pati kaperjaya dening gegamane Rahwana, lan Sinta bisa digawa menyang Ngalengka. Sadurunge mati Jatayu isih bisa ngabari Rama lan Laksmana tumrap kaanane Sinta. Amarga gugur njalanake darmane, Rama lan Laksmana nyuwun marang Sang Kuasa supaya gugure Jatayu  bisa sempurna.  Awit saka panyuwune Rama lan Laksmana, Jatayu bisa gugur secara moksa. Awake melu ilang lunga ing Suarga.
Ing perjalanan menyang Ngalengka, Rama lan Laksmana ketemu karo Anoman kethek putih putrane Bathara Guru. Anoman didhawuhi ngabdi karo Rama.
Nalika, ing tengahing alas, padha mireng suara tangis. Sawise diceraki, swara iku saka kethek ingkang kejepit ing silangan wit gedhe Rama banjur nulungi kethek iku saka jepitan. Kethek iku ngaku menawa dheweke iku Raja ing Guwakiskendha, sing jenenge Sugriwa. Kakange sing jenenge Subali mbrontak karo Guwakiskendha, banjur dheweke di siksa lan dijepit ing silangan wit. Lajeng kanggo ngrebutke Guwakiskendha,  Sugriwa padu karo Subali, Rama nglepaske wastra pusaka Gumawijaya. Dening Resi Subali nduweni Aji Pancasona, dheweke tetep kalah. Kanthi dibantu Rama, Sugriwa bisa dadi  Raja maneh ing Guwakiskendha.

Kanggo bales budi, Sugriwa ngerahke wadyabalane kanggo mbantu Rama ngrebut Sinta saka Prabu Dasamuka. Anoman didhawuhi Rama supaya nggoleki Sinta menehake ali-aline Rama lan mangerteni kekuatanne Kerajaan Ngalengka. Nalika arep bali Anoman dicekel wadya bala Ngalengka. Anoman arep diobong nanging banjur mabur nggawa geni kanggo  ngobong kraton Ngalengka, kajaba taman Argasoka, panggon Sinta didhelikake.

Akhire, kedadean perang gedhe  Pancawati mungsuh karo Nglengka.
Wadya balane Ngalengka  wujud buta-buta lan wadya balane Rama dibiyantu kethek-kethek balane Sugriwa, Senapati  Nglengka akeh sing tiwas. Pancawati menang. Sawise perang Rama lan   Shinta bali menyang Ayodya, Nanging Sinta susah ora enggal ketampa dening Rama, amarga dianggep wis ora perawan maneh. Sinta reresik awak saka geni lan banjur ditampa. Pratelane Rama, sesucen iku kudu ditindakake kanggo ngilangi pandakwa ala tumrap garwane.


======================================================================================

Dewi Kunthi


Miturut Kitab Mahabarata, Dewi Kunthi uga sing diarani Kunthinalibranta lan Dewi Prita yaiku kalebu Putri sing kepilih. Dewi Kunthi ngewujudake keturunan keluarga Yadama, putri Prabu Basukunthi, Raja ing Mandura. Dewi Kunthi nduweni sedulur yaiku Arya Basudewa, Arya Prabu Rukma, lan Arya Ugrasena.
Ana ing pewayangan, Dewi Kunthi nduweni watak kang welas asih lan tresna. kawit cilik deweke wis mulai ngangsu kawruh lan ngolah batin. Dheweke ngangsu kawruh karo Resi Druwasa, guru spiritual saka Kraton Mandura. Saka Resi Druwasa, Dewi Kunthi disanguni mantra Adyitahredaya utawa Aji Pameling sing mampu nyepaki Bhatara Surya.Kamangka kuwi Dewi Kunthi ngandhut saka Bhatara Surya. Padahal wektu kuwi Dewi Kunthi isih dilamar para Raja lan satria saka manca negara. Kanggo nemtukake sapa kang bakal dadi garwane, Prabu Basukunthi nganakake saymbara "Giri Patembaya" kang isine : sapa wonge sing bisa ngalahake Arya Basudewa bakal dijodohke karo Dewi Kunthi. Ananging Prabu Basukunthi murka amarga ngerti yen anake ngandhut. apa maneh Dewi Kunthi durung nduwe garwa. amarga Raja murka, Dewi Kunthi banjur diutus maca mantra "Aji Pameling" kanggo ngrawuhake Resi Druwasa supaya ngadhep Prabu Basukunthi.amarga saka keampuhan lan kesaktiane Resi, bayi kang dikandhut Dewi Kunthi bisa lair liwat talinga. Saengga Dewi Kunthi tetep bisa kajaga keperawanane, lan bayi mau diwenehi jeneng "Karna" uga bisa diarani Suryatmaja utawa Suryaputra.
Kanggo njaga kehormatane kerajaan, Karna banjur digawa Resi Druwasa lan dilarung. Bayi mau ditemu Kusir Kreta Kerajaan Ngastina sing jenenge Adirata. Sayembara utawa perang tandhing sing digelar mau dimenangke dening Narasoma, putra Raja Mandaraka. Dewi Kunthi langsung dipasrahake. Ananging Prabu Narasoma wis ngucap sumpah ora bakal nggarwa kajaba karo Dewi Pujawati, mangka hak sayembara pindah ing Narasoma. Akhire Narasoma perang tandhing dening Pandu sing telat teka ing acara sayembara. Pandu akhire sing menang tandhing dening Narasoma, yaiku bisa ngalahake Aji Canrabirawa duweke Narasoma sing terkenal ampuh. Kunthi banjur dipasrahake.Kanggo ngakoni tanda kekalahane Narasoma, adine Narasoma kang aran Dewi Madrim uga dipasrahake dening Pandu.
Ana ing tengah ndalan nalika bali ning Ngastina, Pandu ketemu dening Arya Suman utawa Sengkuni, putra Prabu Gandara, sing sajake uga pingin milu sayembara perang tandhing. Nanging amarga telat ora sida perang, ning Sengkuni langsung nantang perang tandhing nglawan Pandu. Nanging Sengkuni uga bisa dikalahke, banjur Dewi Gendhari, adine sengkuni dipasrahake dening Raden Pandu.
Raden Pandu bali ing Ngastina nggawa telung putri. sawise tekan kraton, Pandu banjur masrahake putri-putri mau dening Ramane, Wiyasa. sabanjure Wiyasa dawuh dening Destarasta supaya milih dhisit salah siji putri mau. Destaratra milih Dewi Gendhari adine Sengkuni. Saengga putri loro mau yaiku Dewi Kunthi lan Dewi Madrim resmi dadi garwane Raden Pandu.
Saka Dewi Kunthi, Raden Pandu nduwe telung putra yaiku Puntadewa,Werkudara, lan Arjuna. Dene saka Dewi Madrim, Raden Pandu duweni putra kembar kang aran Nakula lan Sadewa.
Tatkala Negara Ngastina dipasrahake dening Prabu Destarasta, Dewi Kunthi kang wakil saka Pandhawa nganakake perjanjian supaya Prabu Destarastra nguwasani Ngastina tekan nalika. Pandhawa wis mampu nata praja. Sabanjure Ngastina bakal diserahna maneh dening Pandhawa. Perjanjian mau disaksikna Prabu Matswapati, Raja Wirata, Prabu Drupada, Raja Pancala, Resi Drona, Prabu Salya, Raja Mandaraka, lan Begawan Wiyasa. Ananging amarga pengaruh Dewi Gendhari lan Arya Sengkuni, negara Ngastina dadi bahan rebutan antara Kurawa lan Pandhawa.
Dewi Kunthi lan Pandhawa nuntut baline negara Ngastina. Sawise bola-bali dirembug nanging ora ana hasile. Sabanjure Dewi Kunthi nuntut dening Prabu Matswapati lan Sri Kresna supaya dadi pinengahe pandhawa lan kurawa. Nanging amarga kabeh macem rembugan ora nggawa hasil kang becik, Dewi Kunthi lan Pandhawa nempuh sarana perang tandhing, perang Bharatayudha. Pandhawa mampu numpas bala kurawa lan wis mesti Negara Ngastina bali dadi milik Pandhawa maneh. Dewi Kunthi ngrasa wis rampung kewajibane. Prabu Destarastra lan Dewi Gendhari banjur lunga saka Ngastina lan nyepi(tapa) ing tengah alas, kuwi uga sing dilakoni dening Dewi Kunthi. Akhire Dewi Kunthi, Dewi Gendhari, lan Prabu Destarastra kebakar ana ing tengah alas.



=======================================================================================

Cerita Wayang Karno Tanding 

          

Dicritakake ndisik ana putri kang ayu , sing jenenge Dewi Kunthi. Dewi Kunthi  nikah karo Prabu Kumojoyo lan urip ing desa kerajaan sing jenenge  “Pandhawa”. Dheweke dikaruniai anak sing jenenge, KARNA . Sakwise Pirang tahun Dewi Kunthi nduwe anak meneh sing dijenengake ARJUNA. Dewi Kunthi  sayang banget marang  Arjuna ,  ndelok kabeh iku Karna ngarasa awake gak diperhatekne marang ibune, Karna sampek nguncali watu marang ibune, Dewi Kunthi utawa ibune iku langsung nesu marang Karna, tanpa gak sadar Dewi Kunthi ngomong kang sing gak apik marang Karna sing nyebabake Karna lara ati. Akhire Karna milih ngaleh saka Kerajaan Pandhawa.
Sak wise pirang-pirang tahun Karna kalungonan Karna saka kerajaan, ibune mesti nggoleki lan nangisi karna. Ing sawiding dina , pasa ibune mikirne Karna lan njaluk marang para dewa ngge nemokake dheweke karo Karna. Ora suwene wektu , kakrungu swara bocah enom suarane kaya Karna.
Ing istana Karna ketemu ibune, nanging maksud mbalike Karna ing kerajaan uduk kangge ketemu kaluarga lan dulure. Nanging maksude Karna yaiku kangge ngerti keadaan ibune lan karna njaluk restu kangge dadi Ksatria perang. Ibune ora ngrestuake amergo yen dadi Ksatria perang podo karo Karna nglawan adi adine dhewe. Karna ora nggagas , lan dheweke langsung lunga ninggalake ibune kang nangis amerga kaputusan Karna.
Akhire , peperangan antara  Arjuna  saka kesatrian Madukoro dadi  Ksatria perang Negara Amarta melawan Adipati Basukarno utawa Karna saka Awonggo dadi Ksatria perang Negara Astina.
Prabu Salyo lan Sengkuri nduwe rencana arep mateni Abimanyu, salah siji anak saka  Arjuna, Amergo  pihak Astina kaweruh Kerajaan Amarta arep diturunake marang Abimanyu, amerga kuwi sasaran utamane yaiku mateni Abimanyu.
Pas wektune perang, Abimanyu wis okeh katusuk anak panah, nanging Abimanyu tetep nahan sampek mati . Sak wise, Mase Semar nemokake mayit Abimanyu sing kagletak kaku. Mase Semar karo Kresna yaiku kakak Arjuna bingung mikirake Kerajaan Amarta. Arjuna sing durung ngerti katiwasan putrane terus nyusun rencana kangge mbinasakake Ngastina.  Sak wise ngerti  katiwasan putrane, Arjuna langsung maju kadewean kanggo nglawan Prajurit Ngastina. Kurawa ngrasa senang, amergo biso mateni Abimanyu. Nanging tanpa diweruhi, Abimanyu ndue garwa sing lagi mbobot, lan mengkone anak iku sing ngantikake Abimanyu.
Karna nantang Arjuna kangge  ndang perang. Nanging Arjuna menolak, amergo dheweke ngerti Karna iku sadulur kandunge dhewe. Karna ngongkon Arjuna njupuk senjatane. Nanging  Arjuna nolak ngge perang. Akhire atine Karna luluh, terus Karna lan Arjuna  saling kapelukan. Karna sadar Arjuna iku adik siji-sijine sing didhuweni. Ibune weruh lan ngrasa seneng.
Nanging Karna nguculake pelukanne, lan nuduh Arjuna sekongkol arep menusuk dheweke saka mburi. Akhire Karno lan Arjuna berkelahi hebat , ibune menangis ngaharep kaloro putrane iku mandekake kagelutan iku. Akhire Arjuna terjatuh. Arjuna sengaja ngalah demi Ibune, lan ngaharep atine Karna bisa luluh. Kaweruhan kuwi Kurowo ngguyu cekakakan  amergo Arjuno kalah.
Nanging kagelutan iku tetep sido, Sampek - sampek saya memanas. Wektu peperangan kalakon hebate ana keanehan loro ksatria sing pinter manah iku pada-pada ngetokake akeh anak panah nanging ora enek siji wae sing ngenei kaloro-lorone. Kadang mandek terus pada pepandang, pada netesake banyu mata. Prabu Salyo(Kusir Karna) lan Prabu Kresno (Kusir Arjuna)kalorone ngerti, kaloro-lorone putra Dewi Kunthi iku ora saling tega mateni sampek ngloroni sitik wae dadi ora enek  sitokae panah pas sasaran.
Wektu sesino pada saling tempur, saling ngetokake senjata saktine, saling ngudanke panah nanging ora enek sitokwae sing ngeneki awak. Prabu Kresno dadi kusir Arjuno lan botohe Amarta (Pandawa) ngerti persis senjata Pasopati sing dipasang ing gandewa Arjuno. Dadi Tali kusir jaran disentak dadi jaran gerak mangarep pas wektu Pasopati wucul saka gandewa sing awale diarahke mung ning ngarep Karno nanging amergo kereta gerak mangarep dadi Senjata Sakti Pasopati pas ngeneki gulu Adipati Basukarno utawa Karna. Anak Dewa Surya iku mencelat kenek kereta sampek kereta ajur.  Kaweruhan kabehiku Dewi Kunthi utawa ibune Karno lan Arjuna, ngerti yen anake kang pertama iku kabener lunga kanggo salawase.

Read More

Sunday, May 24, 2015

Contoh Puisi Pahlawan "DIPONEGORO"


Diponegoro
(chairil anwar)


Dimasa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api


            Di depan sekali tuan menanti
            Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
            Pedang di kanan keris di kiri


Maju
Ini barisan tak bergenderang berpalau
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati


            Maju
            Bagimu negeri
            Menyediakan api
            Punah diatas menghamba
            Binasa diatas ditinda


Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai


            Maju
            Serbu
            Serang
           Terjang

Read More

Monday, May 11, 2015

MAKALAH KIMIA UNSUR PERIODE 3


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari,kita sering mendengar sepeti tembaga,besi, emas dan perak. Bagaimana posisi unsure-unsur terseutdalam table periodik? Unsur-unsur tersebut terletak pada golongan transisi periode ke empat dan ke lima. Disini kami hanya menjelaskan tentang unsure-unsur transisis periode ke empat.

1.      Titanium
Tentunya kalian mempunyai jam tangan bukan? Ada jam yang terbuat dari logam, tidak berat ketika dipakai, tidak berkarat ketika kena air, dan tetap mengilap walaupun sudah lama dipakai.
Pernahkah kalian perhatikan dari logam apakah jam itu? Salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan jam tangan adalah titanium.

2.   Vanadium
Vanadium adalah logam abu-abu yang keras dan tersebar luas dikulit bumi sekitar 0,02 % massa.

3.   Kromium
Kromium, terletak pada golongan VI B periode keempat dan merupakan salah satu logam yang penting.

4.      Mangan
Bijih mangan yang utama adalah pirolusit (MnO2).

5.      Besi
Besi bersifat logam dan terletak pada golongan VIII B periode empat dalam tabeln periodic. Besi di dunia, dengan produksi tahunan mendekati satu miliar ton merupakan logam penting dalam peradaban modern.

6.      Kobalt
Kobalt di alam diperoleh sebagai bijih smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) yang biasanya berasosiasi dengan Ni dan Cu.

7.   Nikel
Bijih nikel di alam banyak ditemukan dalam mineral petlantdit [(Fe,Ni)9S8) dan garnirit [(Ni, Mg)SiO3. nH2O].

8.      Tembaga
Tentunya kalian sering melihat kawat tembaga bukan ? kawat tembaga yang berwarna kuning dan digunakan untuk kawat listrik.

9.      Zink
Zink di alam merupakan senyawa yang tersebar luas sebagai bijih tambang. Umumnya senyawa tersebut adalah zink blende (ZnS) dan calamine (ZnCO3).

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana cara pembuatan unsur-unsur transisi periode ke empat ?
2.      Bagaimana sifat fisis dan sifat kimia unsur-unsur transisi periode ke empat ?
3.      Bagaimana penggunaan unsur-unsur transisi periode ke empat ?

C.    Tujuan

1.      Untuk menjelaskan bagaimana cara pembuatan unsur-unsur periode ke empat.
2.      Untuk menjelaskan sifat fisis dan sifat kimia unsur-unsur periode ke empat.
3.      Untuk menjelaskan penggunaan unsur-unsur periode ke empat.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Cara Pembuatan unsur-unsur transisi periode ke empat

1.      Cara pembuatan Titanium
Produksi titanium yang makin banyak disebabkan karena kebutuhan dalam bidang militer dan industry pesawat terbang makin meningkat. Hal ini disebabkan karena titanium lebih disukai daripada aluminium dan baja. Aluminium akan kehilangan kekuatannya pada temperatur tinggi dan baja terlalu rapat (mempunyai kerapatan yang tinggi).

Langkah awal produksi titanium dilakukan dengan mengubah bijih rutil yang mengandung TiO2 menjadi TiCl4, kemudian TiCl4 dureduksi dengan Mg pada temperature tinggi yang bebas oksigen.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :
TiO2 (s)  + C(s) + 2Cl2(g)                       TiCl4(g) + CO2(g)
TiCl4(g) + 2Mg(s)                         Ti(s) + 2MgCl2(g)
Reaksi dilakukan pada tabung baja. MgCl2 dipindahkan dan dielektrolisis menjadi Mg dan Cl2. Keduanya kemudian didaurulangkan. Ti didapatkan sebagai padatan yang disebut sepon. Sepon diolah lagi dan dicampur dengan logam lain sebelum digunakan.

2.      Cara pembuatan Vanadium
Produksi vanadium sekitar 80% digunakan untuk pembuatan baja. Dalam penggunaannya vanadium dibentuk sebagai logam campuran besi. Fero vanadium mengandung 35% - 95% vanadium. Ferrovanadium dihasilkan dengan mereduksi V205 dengan pereduksi campuran silicon dan besi. SiO2yang dihasilkan direaksikan dengan CaO membentuk kerak CaSiO3(l). reaksinya sebagai berikut.
2 V205(s) + 5Si(s)                                   { 4V(s) + Fe(s) } + 5 SiO2(s)
SiO2(s) + CaO(s)                       CaSiO3
 Kemudian ferrovanadium dipisahkan dengan CaSiO3.

3.      Cara Pembuatan kromium
Krom merupakan salah satu logam yang terpenting dalam industry logam dari bijih krom utama yaitu kromit, Fe(CrO2)2 yang direduksi dapat dihasilkan campuran Fe dan Cr disebut Ferokrom.
Reksinya sebagai berikut :

Fe(CrO2)2(s)  +4C(s)                        Fe(s)+2Cr(s) + 4CO(g)

Ferokrom ditambahkan pada besi membentuk baja.

4.      Cara pembuatan mangan
Logam mangan diperoleh dengan:
1.     Mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium, aluminum atau dengan proses elektrolisis.
2.     Proses aluminothermy dari senyawa MnO2, persamaan reaksinya:
Tahap  1 :    3MnO2 (s)      +     Mn3O4 (s)    +       O2(g)
Tahap 2:   3Mn3O4 (s)   +       8Al (s)          à      9Mn (s)        +       4AL203 (s)

5.      Cara pembuatan Besi
Bahan dasar : Bijih besi hematit Fe2O3, magnetit Fe3O4, bahan tambahan batu gamping,      CaCO3 atau pasir (SiO2). Reduktor kokes (C)
Dasar reaksi : Reduksi dengan gas CO, dari pembakaran tak sempurna C
Tempat : Dapur tinggi (tanur tinggi), yang dindingnya terbuat dari batu tahan  api.
Reaksi dalam dapur tinggi adalah kompleks. Secara sederhana dapat dilihat pada penjelasan berikut. Dalam 24 jam rata-rata menghasilkan 1.000 – 2.000 ton besi kasar dan 500 ton kerak (terutama CaSiO3). Kira-kira 2 ton bijih, 1 ton kokes dan 0,3 ton gamping dapat menghasilkan 1 ton besi kasar.
Reaksi yang terjadi:
1. Reaksi pembakaran.
Udara yang panas dihembuskan, membakar karbon terjadi gas CO2 dan panas. Gas CO2 yang naik direduksi oleh C menjadi gas CO.
C + O2 CO2
CO2 + C 2CO
2. Proses reduksi
Gas CO mereduksi bijih.
Fe2O3 + 3CO 2 Fe + 3 CO2
Fe3O4 + 4CO 3 Fe + 4 CO2
Besi yang terjadi bersatu dengan C, kemudian meleleh karena suhu tinggi (1.5000C)
3. Reaksi pembentukan kerak
CaCO3 CaO + CO2
CaO + SiO2 CaSiO3 kerak pasir
Karena suhu yang tinggi baik besi maupun kerak mencair. Besi cair berada di bawah. Kemudian dikeluarkan melalui lubang bawah, diperoleh besi kasar dengan kadar C hingga 4,5%. Disamping C mengandung sedikit S, P, Si dan Mn. Besi kasar yang diperoleh keras tetapi sangat rapuh lalu diproses lagi untuk membuat baja dengan kadar C sebagai berikut :
baja ringan kadar C : 0,05 – 0,2 %
baja medium kadar C : 0,2 – 0,7 %
baja keras kadar C : 0,7 – 1,6 %


Pembuatan baja :
Dibuat dari besi kasar dengan prinsip mengurangi kadar C dan unsur-unsur campuran yang lain. Ada 3 cara :
1. Proses Bessemer :
Besi kasar dibakar dalam alat convertor Bessemer. Dari lubang-lubang bawah dihembuskan udara panas sehingga C dan unsur-unsur lain terbakar dan keluar gas. Setelah beberapa waktu kira-kira ¼ jam dihentikan lalu dituang dan dicetak.
     2. Open-hearth process
Besi kasar, besi tua dan bijih dibakar dalam alat open-hearth. Oksida-oksida besi (besi tua, bijih) bereaksi dengan C dan unsur-unsur lain Si, P, Mn terjadi besi dan oksida-oksida SiO2, P2O5, MnO2 dan CO2. dengan demikian kadar C berkurang.
3. Dengan dapur listrik.
Untuk memperoleh baja yang baik, maka pemanasan dilakukan dalam dapur listrik. Hingga pembakaran dapat dikontrol sehingga terjadi besi dengan kadar C yang tertentu.

6.      Cara Pembuatan Kobalt
Kobalt di alam diperoleh sebagai biji smaltit (CoAs2) dan kobaltit (CoAsS) yang biasanya berasosiasi dengan Ni dan Cu. Untuk pengolahan biji kobalt dilakukan sebagai berikut :
Pemanggangan :
CoAs (s)            Co2O3(s) + As2O3(s)
Co2O3(s) + 6HCl        2 CoCl3(aq) + 3 H2O(l)
Zat-zat lain seperti Bi2O3 dan PbO diendapkan dengan gas H2S
Bi2O3(s) + 3 H2S(g)             Bi2S3 (aq) + 3 H2O(l)
PbO(s) +  H2S(g)                   PbS(s)  +      H2O(l)

Pada penambahan CoCO3 (s) dengan pemanasan akan diendapkan As dan Fe sebagai karbonat. Dengan penyaringan akan diperoleh CoCl3. Tambahan zat pencuci mengubah CoCl3 menjadi Co2O3. Selanjutnya CoCO3 direduksi dengan gas hydrogen, menurut reaksi :
Co2O3 (s)  + H2(g)              2 CO(s) + 3 H2O (g)
Penggunaan kobalt antara lain sebagai aloi, seperti alnico, yaitu campuran Al, Ni, dan Co.

7.      Cara pembuatan nikel
Proses pengolahan biji nikel dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:
- Pengeringan di Tanur Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran 25 mm.
- Kalsinasi dan Reduksi di Tanur untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.
- Peleburan di Tanur Listrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak
- Pengkayaan di Tanur Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi di atas 75 persen.
- Granulasi dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.
8.      Cara pembuatan tembaga
Pada umumnya bijih tembaga mengandung 0,5 % Cu, karena itu diperlukan pemekatan biji tembaga. Langkah-langkah pengolahan bijih tembaga adalah seperti skema berikut
Reaksi proses pengolahannya adalah :
1.      2 CuFeS2(s)  + 4 O2       800 0 C   Cu2S(l) + 2 FeO (s) + 3 SO2 (g)
2.      FeO(s) + SiO2 (s)         14000C       FeSiO3 (l)

Cu2S dan kerak FeSiO3 (l) dioksidasi dengan udara panas, dengan reaksi sebagai berikut    :

2 Cu2S(l) + 3 O2 (g)                  2 Cu2O(l)  + 2 SO2(g)
2 Cu2O(l) + Cu2S(s)                 6 Cu(l) + SO2 (g)
3 Cu2S(l) + 3 O2                     6 Cu(l) + 3 SO2(g)

Pada reaksi oksidasi tersebut diperoleh 98% - 99% tembaga tidak murni. Tembaga tidak murni ini disebut tembaga blister atau tembaga lepuh. Tembaga blister adalah tembaga yang mengandung gelembung gas SO2bebas.
Untuk memperoleh kemurnian Cu yang lebih tinggi, tembaga blister dielektrolisis dengan elektrolit CuSO4 (aq). Pada elektrolisis, sebagai electrode negatif (katode) adalah tembaga murni dan sebagai electrode positif (anode) adalah tembaga blister.
9.      Cara pembuatan zink
Logam seng telah diproduksi dalam abat ke-13 di Indina dengan mereduksi calamine dengan bahan-bahan organik seperti kapas. Logam ini ditemukan kembali di Eropa oleh Marggraf di tahun 1746, yang menunjukkan bahwa unsur ini dapat dibuat dengan cara mereduksi calamine dengan arang. Bijih-bijih seng yang utama adalah sphalerita (sulfida), smithsonite (karbonat), calamine (silikat) dan franklinite (zine, manganese, besi oksida). Satu metoda dalam mengambil unsur ini dari bijihnya adalah dengan cara memanggang bijih seng untuk membentuk oksida dan mereduksi oksidanya dengan arang atau karbon yang dilanjutkan dengan proses distilasi.
B.     Sifat fisis dan kimia unsur-unsur periode ke empat
Semua unsur- unsure periode ke empat ditemukan di alam dalam bentuk senyawa.

Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn
Jari-jari atom (nm) 0,16 0,15 0,14 0,13 0,14 0,13 0,13 0,13 0,13 0,13
Titik leleh (0C) 1540 1680 1900 1890 1240 1540 1500 1450 1080 420
Titik didih (0 C) 2370 3260 3400 2480 2100 3000 2900 2730 2600 910
Kerapatan (g/cm3) 3,0 4,5 6,1 7,2 7,4 7,9 8,9 8,9 8,9 7,1
E ionisasi I (kJ/mol) 6,30 660 650 6500 720 760 760 740 750 910
E ionisasi II (kJ/mol) 1240 1310 1410 1590 1510 1560 1640 1750 1960 1700
E ionisasi III (kJ/mol) 2390 2650 2870 2990 3260 2960 3230 3390 3560 3800
E0 red M2+ (aq) - - -1,2 -0,91 -1,19 -0,44 -0,28 -0,25 +0,34 0,76
E0 red M3+ (aq) -2,1 -1,2 -0,-86 -0,74 -0,28 -0,04 +0,44 - - -
Kekerasan ( skala mohs) - - - 9,0 5,0 4,5 - - 3,0 2,5
Unsure transisi periode keempat mempunyai sifat-sifat khas yang membedakannya dari unsure golongan utama. Sifat-sifat khas unsure transisi berkaitan dengan adanya sub kulit d yang terisi penuh.

1.      Sifat logam
Semua unsure transisi periode keempat bersifat logam, baik dalam sifat kimia maupun dalam sifat fisis. Harga energy ionisasi yang relative rendah (kecuali seng yang agak tinggi), sehingga, mudah membentuk ion positif. Demikian pula, harga titik didih dan titik lelehnya relative tinggi (kecuali Zn yang membentuk TD dan TL relative rendah). Hal ini disebabkan orbital subkulit d pada unsure transisi banyak orbital yang kosong atau tersisi tidak penuh. Adanya orbital yang kosong memungkinkan atom-atom membentuk ikatan kovalen (tidak permanen) disamping ikatan logam. Orbital subkulit 3d pada seng terisi penuh sehingga titik lelehnya rendah. Bandingkan dengan unsure utama yang titik didih dan titik lelehnya juga relative rendah.
2.      Sifat magnet
Adanya electron-elektron yang tidak berpasangan pada sub kulit d menyebabkan unsur-unsur transisi bersifat paramagnetic (sedikit ditarik ke dalam medan magnet). Makin banyak electron yang tidak berpasangan, maka makin kuat pula sifat paramagnetknya. Pada seng dimana orbital pada sub kulit d terisi penuh, maka bersifat diamagnetic (sedikit ditolak keluar medan magnet).
3.      Membentuk senyawa-senyawa berwarna
Senyawa unsure transisi (kecuali scandium dan seng), memberikan bermacam warna baik padatan maupun larutannya. Warna senyawa dari unsure transisi juga berkaitan dengan adanya orbital sub kulit d yang terisi tidak penuh. Peralihan electron yang terjadi pada pengisian subkulit d (sehingga terjadi perubahan bilangan oksidasi) menyebabkan terjadinya warna pada senyaa logam transisi.
Senyawa dari Sc3+  dan Ti4+  tidak berwarna karena subkulit 3d-nya kosong, serta senyawa dari Zn2+ tidak berwarna karena subkulit 3d-nya terisi penuh, sehingga tidak terjadi peralihan electron.
4.      Mempunyai beberapa tingkat oksidasi
Kecuali Sc dan Zn, unsure-unsur transisi periode keempat mempunyai beberapa tingkat oksidasi. Bilangan oksidasi yang mungkin bergantung pada bilangan oksidasi yang dapat dicapai kestabilannya.
Kestabilan senyawa logam transisi diantaranya bergantung pada jenis atom yang mengikat logam transisi, senyawa berbentuk Kristal atau larutan, PH dalam air. Kestabilan bilangan oksidasi yang tinggi dapat dicapai melalui pembentukan senyawa dengan oksoaniaon, fluoride, dan oksofluoida.




Warna senyawa logam transisi dengan berbagai bilangan oksidasi

Unsure +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7
Sc - - Tb - - - -
Ti - - ungu Tb - - -
V - Ungu Hijau Biru Merah - -
Cr - Biru Hijau - - Jingga -
Mn - Merah muda Coklat Coklat tua Biru Hijau Ungu
Fe - Hijau Kuning - - - -
Co - Merah muda Ungu - - - -
Ni - Hijau - - - - -
Cu Tb Biru - - - - -
Zn - Tb - - -
5.      Banyak di antaranya dapat membentuk ion kompleks
Ion kompleks adalah ion yang terdiri atas atom pusat dan ligan. Biasanya atom pusat merupakan logam transisi yang bersifat elektropositif dan dapat menyediakan orbital kosong sebagai tempat masuknya ligan. Contohnya ion besi (III) membentuk ion kompleks [Fe(CN)6].
6.      Beberapa diantaranya dapat digunakan sebagai katalisator
Salah satu sifat penting unsure transisi dan senyawanya, yaitu kemampuannya untuk menjadi katalis-katalis reaksi-reaksi dalam tubuh. Di dalam tubuh, terdapat enzim sitokrom oksidase yang berperan dalam mengoksidasi makanan. Enzim ini dapat bekerja bila terdapat ion Cu2+. Beberapa logam transisi atau senyawanya telah digunakan secara komersial sebagai katalis pada proses industry seperti TiCl3 (Polimerasasi alkena pada pembuatan plastic), V2O5 (proses kontak pada pembuatan margarine), dan Cu atau CuO (oksidasi alcohol pada pembuatan formalin).




C.    Kegunaan unsure-unsur periode keempat
1.       Kegunaan Titanium
Ø  Sebagai bahan kontruksi, karena mempunyai sifat fisik
1.      Rapatannya rendah (logam ringan)
2.      Kekuatasn struktrurnya tinggi
3.      Tahan panas
4.     Tahan terhadap korosi
Ø  Sebagai badan pesawat terbang dan pesawat supersonic
Ø  Sebagai pigmen putih, bahan pemutih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik
2.      Kegunaan Vanadium
Ø  Banyak digunakan dalam industry-industri,
-          Untuk membuat peralatan yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan yang tinggi seperti per mobil dan alat mesin berkecepatan tinggi
-          Untuk membuat logam campuran
3.      Kegunaan Kromium
Ø  Logam kromium banyak digunakan dalam bidang industry
-          Logam kromium dapat dicampur dengan besi kasar membentuk baja yang bersifat keras dan permukaanya tetap mengkilap.
-          Kromium digunakan untuk penyepuhan, karena indah, mengkilap, dan tidak kusam
Ø  Larutan kromium (III) oksida, dalam asam sulfat pekat, adalah oksidator kuat yang biasanya digunakan untuk mencuci alat-alat laboratorium.
4.      Kegunaan Mangan
Ø  Untuk produksi baja
Ø  Menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi
Ø  Banyak tersebar dalam tubuh yang merupakan unsure yang penting untuk penggunaan vitamin B1.
5.      Kegunaan Besi
Ø  Membuat baja
Ø  Banyak digunakan di dalam pembuatan alat-alat keperluan sehari-hari seperti, cangkul, pisau, sabit, paku, mesin, dan sebagainya.
6.      Kegunaan kobalt
Ø  Sebagai aloi
Ø  Larutan Co2+ digunakan sebagai tinta rahasia untuk mengirim pesan dan juga dalam system peramalan cuaca
7.      Kegunaan Nikel
Ø  Pembuatan aloi, electrode baterai, dan keramik
Ø  Zat tambahan pada besi tuang dan baja, agar mudah ditempa dan tahan karat
Ø  Pelapis besi (pernekel)
Ø  Sebagai katalis
8.      Kegunaan Tembaga
Ø  Bahan kabel listrik
Ø  Bahan uang logam
Ø  Untuk bahan mesin tenaga uap
Ø  Dan untuk aloi
9.      Kegunaan Zink
Ø  Bahan cat putih
Ø  Pelapis lampu TL
Ø  Layar TV dan monitor computer
Ø Campuran logam dengan metal lain




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Unsur – unsur golongan transisi periode keempat diperoleh dari dalam bumi dengan cara metalurgi. Proses metalurgi meliputi konsentrasi, reduksi, dan pemurnian.
2.      Sifat-sifat unsure periode keempat
•         Sifat logam sangat keras, tahan panas, elektropositif, dan penghantar listrik yang baik. Pengecualian untuk Cu merupakan logam yang lembut dan elastis.
•          Banyak di antaranya dapat membentuk ion – ion berwarna yang berubah – ubah menurut keadaan bilangan oksidasinya.
•         Mempunyai bilangan oksidasi yang harganya 0 atau positif.
•         Dapat membentuk senyawa kompleks.
•          Memiliki elektron tidak berpasangan yang mengakibatkan titik didih atau titik leleh tinggi, bersifat paramagnetik,berwarna dan bersifat katalis.
3.      Kegunaan unsure-unsur periode keempat
a.       Skandium digunakan pada lampu intensitas tinggi
b.      Titanium digunakan pada industri pesawat terbang dan industri kimia.
c.       Vanadium digunakan untuk membuat per mobil dan sebagai katalis pembuatan belerang.
d.      Kromium digunakan untuk bahan pembuatan baja, nikrom, stanless steel.
e.      Mangan digunakan untuk bahan pembuatan baja, manganin dalam pembuatan alat-alat listrik dan sebagai alloy mangan-besi atau ferromanganese.
f.        Besi digunakan untuk pembuatan baja, perangkat elektronik, memori komputer, dan pita rekaman.
g.       Kobalt digunakan untuk membuat aliansi (paduan logam)
h.      Nikel digunakan untuk melapisi logam supaya tahan karat dan paduan logam
i.         Tembaga digunakan untuk kabel – kabel, pipi – pipa, kaleng makanan dan untuk alat – alat elektronik.
j.        Seng digunakan sebagai logam pelapis antikarat, paduan logam, pembuatan bahan cat putih, dan antioksidan dalam pembuatan ban mobil.

B.     Saran
Mengingat banyaknya kegunaan unsure-unsur periode ke empat dalam kehidupan sehari-hari, maka siswa harus benar-benar memahami mengenai unsure-unsur periode ke empat, sehingga menjadi sebuah pengetahuan di masa depan.










DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
Muchtaridi.Sandri Justiana.2007.Kimia Tiga.Yudistira.Jakarta.


Read More

Monday, May 4, 2015

Contoh Pidato Emansipasi wanita



Bismillahi rahmani rahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, marilah kita bersama-sama mengucapkan syukur atas karunia kesehatan dan kesempatan yang diberikan oleh Allah swt. sehingga kita dapat berkumpul bersama-sama memaknai arti dari Hari Kartini.

Para hadirin yang saya hormati, dalam kesempatan yang berbahagia ini pula, maka isinkanlah saya membawakan sepatah dua patah kata dalam rangka memperingati hari kartini ini.

Seperti yang kita ketahui, Kartini merupakan nama yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Kata Kartini mengingatkan kita pada sosok seorang wanita yang berjuang demi meningkatkan harkat dan martabat kaumnya. Setelah kiprah Raden Ajeng Kartini ini, beliau kemudian dinobatkan menjadi seorang pelopor gerakan emansipasi wanita di Indonesia. Emansipasi wanita ini sendiri berasal dari suatu gerakan di Negara Barat, yang dahulunya wanita merasa dikerdikan, dan menjadi warga kelas 2, sehingga menimbulkan akumulasi kekecewaaan kepada kaum wanita dan timbullah apa yang dinamakan perjuangan persamaan derajat atau emansipasi wanita.

Pengertian atau definisi emansipasi wanita ini sendiri secara harfiah adalah kesetaraan hak dan gender. Emansipasi wanita juga bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk membuat persamaan hak-hak kaum wanita terhadap hak-hak kaum pria di segala bidang kehidupan. Emansipasi wanita bertujuan memberi wanita kesempatan bekerja, belajar, dan berkarya seperti halnya para pria, seimbang dengan kemampuannya. Pengertian sama di sini lebih di persepsikan pada kata sejajar karena tidak bisa dipungkiri wanita dan laki-laki jelas berbeda.

Perbedaan itu bisa dilihat dari kondisi fisik, sisi emosinal yang menonjol, dan sifat-sifat bawaan. Secara fisiologis misalnya wanita mengalami haid hingga berkonsekuensi berbeda pada hukum-hukum yang dibebankan atasnya. Sementara dari kejiwaan, pria umumnya lebih mengedepankan akalnya sehingga lebih bijak, sementara wanita cenderung mengedepankan emosinya. Namun dengan emosi yang menonjol itu, wanita patut menjadi ibu yang mana mempunyai ikatan yang kuat dengan anak.

Jadi, pengertian emansipasi wanita adalah memperjuangkan agar wanita bisa memilih dan menentukan nasib sendiri serta mampu membuat keputusan sendiri. Untuk tahap selanjutnya, merupakan pembekalan agar wanita mampu untuk menentukan nasib dan membuat keputusan.

Emansipasi wanita kerap diasalah artikan oleh sebagian dari kita, yaitu dengan mengejar karir setinggi langit, kesetaraan gender yang kebablasan, bahkan dengan mengorbankan kodratnya sebagai wanita. Padahal seseungguhnya apa yang diperoleh dari itu semua terlebih mengorbankan kodratnya sebagai wanita adalah kekalahan bagi wanita yang paling telak!

Hal tersebut sering terjadi pada ibu-ibu PKK, yang terkadang, dan sebagian besar dari mereka justru berlomba untuk menjadi seorang pemimpin agar dapat meraih karirnya setinggi mungkin, sehingga terjadilah kesetaraan gender yang justru kebablasan, bahkan tidak jarang dari mereka mengorbankan kodratnya sebagai wanita, terlebih sebagai seorang wanita yang memiliki suami dan anak.

Mengorbankan kodratnya sebagai wanita, terlebih sebagai wanita yang memiliki suami dan anak, terkadang menjadi salah satu alasan yang sering digunakan didalam proses perceraian. Bagaimana tidak mungkin hal itu terjadi? Pria dalam hal ini sebagai seorang suami akan meresa dihiraukan lagi, tidak diberikan perhatian khusus, serta terkadang ia merasa semua hal yang semestinya menjadi tanggung jawabnya justru diambil alih sehingga muncullah rasa tidak nyaman, rasa kesal, dan rasa tidak dihargai sebagai kepala keluarga. Ketika segala perasaan itu telah muncul dan bercampur aduk, amak perlahan-lahan akan terjadi percekcokan kecil yang kemudian menjadi besar dan akan berujung pada perceraian.

Setiap wanita pastinya tidak ingin merasakan dan mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Oleh sebab itu, sebagai wanita marilah kita bersama-sama meraih mimpi dan karir setinggi mungkin tanpa harus melupakan kodrat kita sebagai wanita, karena seperti yang telah saya katakan tadi "mengorbankan kodratnya sebagai wanita adalah kekekalan bagi wanita yang paling telak". Terlebih kepada ibu-ibu PKK yang ingin meraih karirnya setinggi mungkin bisa saja, asal tidak dengan melupakan kodratnya sebagai wanita yang memiliki suami dan anak yang jauh lebih membutuhkannya dan jauh lebih peting daripada menjadi seorang wanita karir yang melupakan kewajiban-kewajiban yang seharusnya ia penuhi terlebih dahulu.

Emansipasi yang disuarakan oleh Kartini, sebenarnya lebih menekankan pada tuntutan agar wanita saat itu memperoleh pendidikan yang memadai, menaikkan derajat perempuan yang kurang dihargai pada masyarakat Jawa, dan kebebasan dalam berpendapat dan mengeluarkan pikiran. Pada masa itu tuntutan tersebut khususnya pada masyarakat Jawa adalah lompatan besar bagi wanita yang disuarakan oleh wanita.

Maka dari itu dalam memperingati hari Kartini 21 April, yang kita harapkan tentu semangat Kartini dan perintis kesetaraan gender menjadi teladan bagi wanita di Indonesia. Namun yang harus kita ingat bahwa dalam memperjuangkan kesetaraan gender tidak melupakan kodratnya sebagai wanita.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan bila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati mohon maaf dan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Peran wanita di era globalisasi 


Globalisasi adalah era yang menuntun terjadinya integrasi diseluruh bidang, feminisme di suarakan sebagai bentuk penyetaraan agar integrasi diseluruh aspek dapat tercapai. Hal inilah yang diperjuagkan oleh kartini di era penjajahan, dimana pendidikan dan kesempatan berpartisipasi bagi wanita dapat di integrasikan tanpa adanya asimetri gender. Pada dasarnya perempuan tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin jika ditinjau dari aspek kemampuan dalam bekerja dan bersaing secara global, hanya saja ditengah kita pemikiran patriaki masih melekat, menjadikan gender sebagai alasan untuk tidak melibatkan perempuan dalam berbagai kegiatan sosial mulai dari pengambilan keputusna dan kedudukan dalam bekerja
Ketimpangan gender merupakan pola asimetri sosial yang diakibatkan oleh pemahaman patriarki yang memandang perempuan memiliki fungsi rendah di tengah masyarakat. Pola pikir yang berwawasan gender tidak memandang perbedaan kedudukan antara kedua stereotipe yang berbeda tersebut, secara fungsional mereka sama. Tidak dapat dipungkiri jika kedua stereotipe tersebut memiliki perbedaan yaitu keberadaan perempuan sebagai fungsi pengemban reproduksi dan pembinaan sumber daya manusia. Dalam beberapa hal perempuan memang jauh berbeda dari laki-laki, tuntutan untuk pembinaan pendidikan keluarga harus bersumber dari seorang perempuan misalnya saja tahapan mengandung hingga melahirkan dan pendidikan yang mengantarkan proses perkembangan awal anak, hal ini telah memberikan pembeda yang signifikan antara dua stereotip tersebut.
Perjuangan perempuan dalam upaya peningkatan kesetaraan sosial ditandai dengan penyetaraan gender, hal ini bertujuan untuk menyetarakan kesempatan, hak dan status sosial perempuan. Pemahaman patriarki dalam sudut pandang masyarakat tradisional tidak begitu mempermasalahkan kesetaraan gender sebab agama telah menjelaskan perbedaan antara keduanya, pemahaman inilah yang kemudian memberikan tendensi terhadap wanita dalam pembatasan ruang lingkup gerak. Perjuangan demi kesetaraan diperjuangkan oleh perempuan sejak indonesia berjuang menjemput kemerdekaannya.
Kemerdekaan negara tidak terlepas pula dari peranan seorang wanita, Sebut saja nama Keumala Malahayati atau dikenal dengan Laksamana Malahayati yang menjadi Panglima Perang Armada Laut Wanita saat Aceh diperintah oleh Ali Riayat Shah (1586-1604), Alaudin Riayat Syah (1604-1607), dan Iskandar Muda (1607-1636). Dalam buku Vrouwelijke Admiral Malahayati karangan Marie van Zuchtelen, Malahayati diceritakan memimpin armada yang terdiri atas 2.000 prajurit perempuan. Selain Malahayati, kita kenal juga Martha Christina Tiahahu (1801-1818), Cut Nyak Dien (1850-1908), yang perjuangannya dilanjutkan anaknya, Cut Meurah Gambang, Cut Meutia, Pocut Baren, dan banyak lagi pejuang wanita di sana. 
Kemudian di era perjuangan tanpa senjata, pejuang perempuan yang bernama R.A Kartini (1879-1904) berjuang demi kemajuan kaum perempuan, ia berjuang dalam memajukan pendidikan bagi kaum perempuan. Beliau telah menyadarkan masyarakat jika perempuan juga harus mnegenyam pendidikan seperti layaknya kaum pria. Di Nusantara ini tidak hanya Kartini yang berjuang dalam peningkatan taraf hidup perempuan, sejarah mencatat beberapa nama seperti Rohana Kudus yang menaikkan nama perempuan dibidang jurnalistik Indonesia, Rasuna Said menjadi perempuan pertama yang ditangkap karena pidatonya mengecam tajam katidak adilan pemerintah belanda pada tahun 1923 di Semarang. 
Sejak kemerdekaan negara ini perempuan telah memiliki dedikasi yang tinggi, sekalipun pembatasan terhadap ruang gerak perempuan masih sangat kental namun pergerakan perempuan tetap tak terbendung, apalagi dijaman sekarang yang telah memberikan kesempatan menyeluruh yang disebut feminisme seharusnya menggerakan perempuan menjadi lebih aktif dalam meneruskan perjuangan kartini. Dalam penelitian McKinsey menerangkan jika salah satu langkah yang harus di tempuh untuk memaksimalkan potensi indonesia adalah dengan meningkatkan kualitas perempuan dimana mereka mampu bersaing secara global dan dapat memajukan kesejahteraan.
Perempuan memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan bangsa hal ini ditunjukkan dengan mulai bermunculan perempuan yang mengetuai berbagai instansi pemerintahan dan yang lebih luar biasanya lagi pimpinan negara tertinggi yaitu presiden pernah diduduki oleh kaum hawa, dan saat inipun pengusaha juga banyak bermunculan dari kaum perempuan misalnya saj terbentuknya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Hal ini menunjukkan jika kesempatan untuk bersaing telah terbuka seluas-luasnya bagi kaum hawa, sudah selayaknya kita perempuan memanfaatkan kesempatan tersebut.

Read More